Kontak Kami

( pcs) Checkout

WA 0812 8998 0464 Antonio Gloria WA 0812 8998 0464 Antonio Gloria WA 0812 8998 0464 Antonio Gloria WA 0812 8998 0464 Antonio Gloria WA 0812 8998 0464 Antonio Gloria
Beranda » Artikel Terbaru » Anak Jalanan – Bahaya yang Tak Pernah Terpikirkan bagi Anak Kita

Anak Jalanan – Bahaya yang Tak Pernah Terpikirkan bagi Anak Kita

Diposting pada 11 July 2017 oleh junasb1m

Sinetron yang barangkali menjadi favorit keluarga anda di rumah; Anak Jalanan. Anda tak pernah tahu apa efek tidak langsung yang mungkin dapat mempengaruhi anak anda jika menonton tanpa pengawasan orang tua.
Tulisan ini bukan bermaksud menjelek-jelekan, atau memandang negatif sinetron Anak Jalanan, juga bukan bermaksud menakut-nakuti dan melarang anda menonton sinetron ini. Yang perlu kita pahami bersama adalah bahwa segala sesuatu di dunia ini memiliki nilai positif dan negatif. Sinetron ini, tentu memiliki nilai positif hiburan yang amat tinggi, terbukti dengan melejitnya rattingnya di televisi. Artinya, banyak sekali masyarakat yang menyukai.

Namun, tahukah anda jika otak seorang anak dibekali kemampuan imajinasi yang lebih tinggi dibandingkan otak orang dewasa. Semua yang dilihatnya kebanyakan akan ditirunya. Anak-anak belajar dari nalar penginderaan akan apa yang dilihatnya, didengarnya, dan dibayangkannya. Belum berkembang nalar rasionalitasnya. Sebagai contoh jika seorang anak yang satu memiliki mainan pistol-pistoloan, dan satu orang anak yang lain memperhatikan apa yang sedang dimainkan anak itu, sangat besar kemungkinan sang anak lain akan meminta orang tua membelikan mainan yang serupa.
Anak Jalanan tidak bisa kita pungkiri menyajikan tontonan tentang kisah perjalanan Boy dan Reva dalam hubungan percintaan seorang anak kelas atas, yang dibalut dalam latar kelompok motor yang bernama geng Anak Jalanan, dan diselingi dengan adegan pergulatan (Kompetisi MMA), balapan liar, dan konflik antar geng motor yang terlalu sering diakhiri dengan tawuran atau adu fisik. Meski pada beberapa scene, Anak Jalanan menyajikan adegan slow yang menampilkan seorang ustaz yang bertausiah atau kegiatan-kegiatan sosial keagamaan, namun apakah bagian itu yang akan berkesan dalam otak pemirsa kita?
Sifat latah manusia yang suka meniru tanpa berpikir lebih dalam dengan apa yang diinginkan, otak seorang anak lebih rentan memiliki sifat itu. Bagaimana dengan orang dewasa? Jika orang dewasa tidak cukup ilmu dalam memandang suatu hal secara rasional dan obyektif, anak jalanan bisa jadi hanya menjadi petunjuk bagi orang dewasa untuk ikut-ikutan membentuk geng motor, berkelahi, dan lain sebagainya seperti dalam sinetron yang ditontonnya. Scene-scene positif, seperti isi tausiah ustaz yang ditampilkan dalam sinetron kemungkinan besar hanya menjadi angin lalu, sebab jelas kalah mengesankan dari adegan balapan dan pergulatan.
Sudah dari sejak kecil kita lebih mudah menyerap hal-hal yang mengesankan dibandingkan yang tidak mengesankan. Dalam seni bercerita –termasuk sinetron− konflik adalah bagian yang paling mengesankan dan mudah diingat, sedangkan kita semua tahu bagaimana sinetron ini menyuguhkan adegan konflik sedemikian rupa, dan seolah-olah menegaskan bahwa,” asyik juga nih membentuk geng motor dan menguasai wilayah…” So, alangkah baiknya jika kita sebagai orang tua mengarahkan anak kita pada tayangan-tayangan yang sesuai dengan umurnya.

Bagikan informasi tentang Anak Jalanan – Bahaya yang Tak Pernah Terpikirkan bagi Anak Kita kepada teman atau kerabat Anda.

Anak Jalanan – Bahaya yang Tak Pernah Terpikirkan bagi Anak Kita | gayung.com

Belum ada komentar untuk Anak Jalanan – Bahaya yang Tak Pernah Terpikirkan bagi Anak Kita

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
OFF 37%
Rp 1.099.000 Rp 1.750.000
Ready Stock / PS1099
OFF 35%
Rp 1.403.000 Rp 2.150.000
Ready Stock / SSS1403
OFF 67%
Rp 249.600 Rp 750.000
Ready Stock / RS249

Alamat Toko:
Jl. Bougenville No.52 Komplek Jatibening Permai - Bekasi 17412
WA 0812 8188 7979 Juna

SIDEBAR